Shawn Mendes : Dari Vine Hingga ke Billboard

Jika kita berbicara tentang penyanyi muda asal Kanada paling terkenal, mayoritas dari kita pasti akan menjawab “Justin Bieber”. Namun, ada satu lagi penyanyi muda multitalenta bernama Shawn Mendes, yang secara tidak sengaja populer berkat video vine berdurasi 6 detik.



Keturunan Inggris dan Portugis

Shawn Peter Raul Mendes, atau yang lebih dikenal dengan Shawn Mendes, lahir pada tanggal 8 Agustus, 1998 di Toronto, Kanada. Ia adalah anak dari pasangan Karen, seorang agen real estate, dan Manuel Mendes, seorang pengusaha. Ayahnya berasal dari keturunan Portugis, sementara ibunya memiliki keturunan Inggris.

Shawn tumbuh besar di sebuah kota kecil di Kanada yang berpopulasi sekitar 100 ribu jiwa. Awalnya ia menggeluti bidang olahraga, lalu sempat beralih ke akting. Minatnya pada musik mulai timbul setelah dirinya ketagihan menonton video penyanyi yang mengcover lagu-lagu populer di YouTube. Hingga pada akhirnya, ia juga ikut membuat video cover lagu-lagu dari penyanyi terkenal.


Terkenal karena vine

Berbeda dengan Justin Bieber yang terkenal lewat Youtube, Shawn justru terkenal lewat video cover di aplikasi Vine. Video yang diunggah pada 2013 lalu itu menampilkan Shawn yang menyanyikan lagu “As Long as You Love Me” dari Justin Bieber sambil memetik sebuah gitar. Dan uniknya, ia bahkan baru belajar gitar selama enam bulan lewat Youtube sebelum mengupload video tersebut.

Lagu cover yang dinyanyikan Shawn ternyata banyak disukai, dalam semalam video itu meraih 10 ribu like, bahkan akun Vine Shawn kebanjiran pengikut. Followers Shawn semakin bertambah setelah ia rutin mengunggah videonya ketika mengcover lagu. Beberapa bulan setelah lagu “As Long as You Love Me” diunggah, akun Vine Shawn diikuti 200 ribu akun. Catatan yang fenomenal untuk ukuran Vine ini membuatnya dijuluki Superstar Vine. Bahkan Billboard menobatkannya sebagai Musisi Vine Pertama yang Jadi Bintang.


Masuk ke label rekaman




Karena rutin mengunggah video covernya di Vine, Shawn akhirnya dilirik oleh manajer artis Andrew Gertler dan A&R Island Records Ziggy Chareton yang memintanya untuk menandatangani kontrak bersama label rekaman di tahun 2014. Di tahun yang sama pula, lebih tepatnya tanggal 28 Juli 2014, The Shawn Mendes EP dirilis. Single pertama dari EP ini adalah “Life Of The Party”. The Shawn Mendes EP sendiri langsung menempati posisi yang menjanjikan. Di Kanada dan US saja, EP ini menempati posisi ke 5 dalam chart lagu terpopuler.

Kesuksesan The Shawn Mendes EP ini akhirnya membawa Shawn ke berbagai konser. Salah satu konser yang pernah ia datangi adalah menjadi Opening Act untuk konser Taylor Swift The 1989 World Tour di Amerika Utara. Dan di tahun 2014 juga, Shawn diajak berduet oleh The Vamps untuk menyanyikan lagu mereka Cecilia (Breaking My Heart). Shawn Mendes adalah artis termuda yang lagunya masuk di 25 besar Billboard Hot 100, berada di posisi 24 di akhir minggu 12 Juli 2014 dan saat itu usianya belum genap 16 tahun.


Meledaknya album Handwritten




Perjalanan karier Shawn Mendes di dunia hiburan terus meningkat, pada 14 April 2015, ia merilis full album pertamanya bertajuk “Handwritten”. Album tersebut sukses menempati posisi puncak di Billboard 200, dengan angka penjualan hingga 116.000 kopi di minggu pertamanya. Single ketiga dalam album tersebut yang berjudul “Stitches” berhasil menduduki posisi 4 di Billboard Hot 100 sekaligus single pertamanya yang berada di 10 besar chart musik di Amerika.

Di akhir tahun 2015, Shawn kembali menghibur penggemarnya dengan merilis single kolaborasi mereka berjudul “I Know What You Did Last Summer”. Pada Januari 2016, single di album pertamanya “Stitches” mencapai nomor satu di Inggris setelah 17 minggu berada di chart. Di tahun 2016 juga Shawn mengumumkan tur dunia keduanya yang akan mengunjungi Amerika Utara dan Eropa, dimulai pada Maret 2016. Bukan hanya itu, penyanyi muda ini juga menandatangani kontrak dengan agensi modeling bernama Wilhelmina Models. Itu artinya, Shawn Mendes bukan hanya seorang penyanyi, melainkan seorang musisi dengan multitalenta.

Setelah sukses dengan album “Handwritten”, Shawn Mendes merilis studio album keduanya, “Illuminate” pada tanggal 23 September 2016. Album yang berisi 15 lagu ini berhasil menduduki posisi puncak pada Billboard 200 US dan Canadian Albums Chart. Tak hanya itu saja, single andalan pertama dari Illuminate, yaitu “Treat You Better” berhasil meraih berada pada urutan ke-6 pada Billboard Hot 100. Lagu ini berhasil memenangkan dua pengharagaan, yaitu kategori Award Winning Songs pada ajang penghargaan BMI Awards 2017 dan kategori Song of The Year pada ajang Radio Disney Music Awards 2017.

Banyaknya prestasi yang ia raih sebagai musisi multitalenta membuat nama Shawn Mendes kini disejajarkan dengan para seniornya, sebuat saja Ed Sheeran, Sam Smith, Justin Bieber hingga Taylor Swift. Gayanya yang kharismatik, paras yang menawan, dan tentu saja lagu-lagunya yang easy listening membuat nama Shawn Mendes banyak digemari oleh kaum muda, khusunya para wanita. Siapa yang menyangka jika semua kesuksesannya kini berawal dari video iseng berdurasi 6 detik?







Jenis berita : Feature

 


Comments