Sejarah dan Perkembangan Musik Pop dari Waktu ke Waktu

Musik pop adalah genre musik yang dikenal karena karakteristiknya yang mudah diingat dan mudah dicerna oleh pendengarnya. Genre ini cenderung memiliki melodi yang menarik, ritme yang mudah diikuti, lirik yang sederhana dan mudah diingat, serta penggunaan instrumen musik modern seperti gitar listrik, keyboard, dan drum. Prinsip dari musik pop adalah bisa diterima serta dihargai oleh pendengar khalayak luas. Sebelum tenar di kalangan masyarakat, musik pop memiliki sejarah panjang yang patut kita ketahui.




Musik pop adalah sebuah genre dari musik populer yang berasal dari rock and roll pada tahun 1950-an. Istilah "musik populer" dan "musik pop" sering digunakan secara bergantian, meskipun sama-sama menggambarkan semua musik yang populer dan mencakup banyak gaya yang beragam. Musik pop merupakan jenis musik yang unik karena banyak menggabungkan elemen-elemen dari jenis musik lain, seperti urban, dance, rock, Latin dan country.

Musik Pop sendiri  berasal dari penemuan Thomas Edison dan Emile Berliner. Pada 1877, Thomas Edison menemukan jika suara ternyata direproduksi dengan lembaran kertas timah yang dililitkan pada area sekitar silinder logam yang sedang berputar. Hal ini memberi Emile Berliner sebuah inspirasi pembuatan gramofon, dengan menggunakan cakram datar untuk merekam suara. Bahan cakram datar lebih mudah dan murah untuk diproduksi dibandingkan silinder. Ini akan membuat gramofon lebih mudah untuk diproduksi massal sebagai alat perekaman suara. Emile mendirikan Berliner Gramophone Company untuk memproduksi gramofon miliknya. Ia juga meminta penyanyi opera terkenal saat itu untuk mencoba merekam suaranya.

Tokoh yang mengenalkan istilah pop ialah Lawrence Alloway yang merupakan seorang pengamat seni rupa asal Inggris, ia menamai genre ini dengan ‘pop’ karena terinspirasi dari gerakan seni rupa di Amerika Serikat dan Inggris. Lalu musik pop kemudian menyebar ke benua lain, seperti di wilayah Amerika latin. Genre musik ini kemudian berkembang pesat pada tahun 1920, dan dikenal sebagai musik pengiring dansa tango yang bertangga nada minor dan melankolis.

Pada 1930, partitur musik telah digantikan oleh rekaman fonograf, sebagai sumber utama musik di rumah. Tidak hanya itu, penggunaan mikrofon juga membuat teknik vokal menjadi lebih mudah diadaptasi secara komersial. Antara tahun 1930 hingga 1940, musik pop mulai menjadi salah satu genre yang paling di gemari di seluruh dunia dengan berbagai iramanya seperti Rhumba, Samba, Conga, Salsa, Mambo dan Berbagai jenis lainnya. Musik pop tidak pernah pudar dari masa ke masa karena musiknya yang easy listening. Selain itu musiknya di tunjang oleh penggunaan berbagai inovasi teknologi dan tidak berbatas hanya pada satu aliran tertentu.




Genre ini semakin populer saat Elvis Presley membuat lagu yang berjudul “That’s All Right”, pada tahun 1960. Lagu ini merupakan perpaduan musik antara black ryththm dan blues untuk membuat musik rock and roll. Pada saat itu, apa yang dilakukan Elvis Presley merupakan sebuah inovasi yang luar biasa. Hal ini membuat Elvis Presley menjadi idol remaja pertama yang menjadikan musik pop sebagai budaya anak muda. Pada era ini, musik pop juga dipengaruhi oleh gerakan sosial seperti gerakan hak sipil, dan banyak artis seperti Bob Dylan dan Joan Baez menyuarakan pesan politik dan sosial melalui musik mereka.

Pada tahun 1970-an, mulai banyak musisi yang mencampurkan aliran pop dengan aliran Disco dan Rock termasuk di antaranya Earth wind dan Fire, The Jackson Five, Donna Summer, Elton John, Rod Steward dan Billy Joel. Pada periode 80-an, musik pop berkembang lebih lanjut dan melahirkan jenis genre baru seperti new wave, hip hop, dan dance-pop. Artis seperti Prince, Madonna, dan Michael Jackson menjadi sangat populer pada saat itu.



Genre musik pop mulai berevolusi dengan munculnya boy band seperti Backstreet Boys dan NSYNC serta girl group seperti Spice di era 90-an. Musik ini juga akhirnya menghasilkan genre baru seperti grunge dan Britpop. Kebanyakan musisi yang terkenal pada dekade 90-an merupakan penyanyi solo, seperti Mariah Carey, Celine Dion, dan Whitney Houston yang saat itu dinobatkan sebagai diva pop di Amerika Serikat.

Kini di abad ke-21, musisi yang banyak menganut genre ini berasal dari kalangan muda, seperti Justin Bieber, Shawn Mendez, Ariana Grande dan Taylor Swift. Perkembangan musik pop di era ini juga dibantu oleh berkembangnya teknologi dan hadirnya platform yang menyediakan tampilan video klip serta lagu dari sang musisi, seperti Youtube dan Spotify. 





Jenis berita : Soft news

Comments