Peran musik bagi proses pembelajaran dan kesehatan mental

Di era modern, musik telah menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari kita, dan banyak orang mengklaim bahwa musik dapat membantu meningkatkan efektivitas belajar dan berpengaruh terhadap kesehatan mental. Namun, apakah klaim ini benar, ataukah hanya mitos belaka?



Beberapa studi telah dilakukan untuk mengevaluasi pengaruh musik terhadap efektivitas belajar. Hasil dari studi ini menunjukkan bahwa musik dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan memudahkan seseorang untuk memfokuskan perhatiannya pada tugas yang sedang dikerjakan. Namun, hasil studi yang lain menunjukkan bahwa musik dapat mengganggu konsentrasi dan memperburuk performa belajar seseorang.

Inilah yang disebut dengan diferensiasi dimana sebagian orang harus berada ditempat yang benar-benar sepi agar fokus dan sebaliknya ada orang yang justru semakin konsentrasi ketika mendengarkan musik. Hal ini semakin menguatkan pendapat seorang filsuf Yunani yang sangat terkenal yaitu Plato bahwa musik memiliki peranan yang cukup penting di dalam kehidupan manusia.

Salah satu faktor yang mempengaruhi pengaruh musik terhadap efektivitas belajar adalah jenis musik yang didengarkan. Musik yang terlalu keras atau terlalu bising, seperti musik heavy metal atau musik yang diputar terlalu keras, dapat mengganggu konsentrasi dan memperburuk performa belajar. Sebaliknya, musik yang tenang dan santai, seperti musik klasik atau musik instrumental, dapat membantu meningkatkan fokus dan konsentrasi saat belajar.

Kebiasaan mendengarkan musik saat belajar menurut pendapat ahli psikologi asal Auburn University bernama Susan Teubner-Rhodes, biasanya dilakukan oleh mereka yang ekstrovert. Sedangkan siswa atau orang yang introvert cenderung membutuhkan tempat yang tenang untuk meningkatkan konsentrasi.

Selain itu, penting juga untuk mempertimbangkan dari segi preferensi individu dan konteks belajar. Beberapa orang mungkin menemukan bahwa musik membantu mereka untuk memfokuskan perhatian dan meningkatkan produktivitas, sedangkan orang lain mungkin merasa terganggu dan kesulitan untuk berkonsentrasi saat mendengarkan musik. Konteks belajar juga perlu dipertimbangkan, seperti jenis tugas yang sedang dikerjakan, lingkungan belajar, dan tingkat kebisingan sekitar.



Dalam konteks belajar, musik juga dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan mood, yang pada akhirnya dapat membantu meningkatkan efektivitas belajar seseorang. Namun, perlu diingat bahwa musik bukanlah solusi ajaib untuk mereka yang malas belajar. Ada banyak faktor yang dapat mempengaruhi ini, dan musik hanya salah satu faktor yang dapat mempengaruhi konsentrasi dan performa seseorang dalam menyerap suatu informasi.

Mengutip data yang pernah dirilis di University Health News bahwa mendengarkan musik ternyata mampu meningkatkan kinerja saraf otak menjadi lebih aktif. Sinyal yang dihasilkan oleh saraf otak tersebut akan dikirimkan sebagai stimulasi pada otak kanan dan kiri serta mengaktifkan area otak. Area otak tersebut berhubungan dengan proses kognitif, memori dan juga emosi. Dengan begitu secara tidak langsung mendengarkan musik akan membuat ingatan menjadi lebih bagus.

Penjelasan ilmiah terkait dengan hal ini yaitu nada-nada teratur yang ada di dalam musik ternyata mampu memberikan dampak besar pada kerja otak manusia. Beberapa contoh dari dampak mendengarkan musik terhadap sistem kerja otak antara lain menumbuhkan semangat, memberikan efek relaksasi dan mengurangi kecemasan sehingga stres berkurang. Ketika rasa stres berkurang dan bisa dikendalikan, maka seseorang akan menjadi lebih mudah berkonsentrasi.

Seperti yang sudah dijelaskan pada poin sebelumnya, mendengarkan musik bisa menimbulkan efek relaksasi dan mengurangi stres. Nyatanya kondisi seperti ini juga berpengaruh pada kinerja seseorang. Orang yang sedang stres dan merasa cemas biasanya menjadi malas-malasan mengerjakan sesuatu. Begitu juga sebaliknya, orang yang sudah merasa rileks dan tenang maka semangat kerjanya akan kembali menyala. Sehingga bisa disimpulkan bahwa mendengarkan musik juga berpengaruh pada peningkatan kinerja. Dalam hal belajar kamu juga bisa menjadi lebih produktif dan semangat dalam mengerjakan tugas, mengisi soal-soal latihan dan sebagainya.



Pengaruh baik lainnya dari kebiasaan mendengarkan musik yaitu meningkatnya kecerdasan verbal. Hasil penelitian di New York menyebutkan bahwa sebanyak 90% anak dengan rentang usia 4 sampai 6 tahun memiliki kecerdasan verbal yang meningkat secara signifikan.  Hasil tersebut didapatkan setelah anak-anak tersebut belajar musik mulai dari nada, ritme, melodi dan suara selama 1 tahun.

Selain sederet manfaat-manfaat di atas, mendengarkan musik ternyata dapat membantu orang melewati masa-masa sulit, dan bagi sebagian orang, musik juga memotivasi mereka dalam menjalani hidup. Terbukti bahwa mendengarkan musik favorit dapat membantu meringankan masalah mental, karena dengan mendengarkan musik favorit seseorang dapat menstabilkan kembali emosinya bahkan menyelesaikan masalah yang sedang dihadapinya. Selain menyenangkan, mendengarkan musik juga berpengaruh terhadap kesehatan mental.

Penelitian membuktikan bahwa sebanyak 81,6 persen orang mengatakan mendengarkan musik adalah bagian penting untuk menjaga kesehatan mental yang baik, sementara 80,2 persen menitikkan air mata karena musik adalah hidup mereka. Kemudian, sebanyak 42,3 persen mengatakan bahwa mereka dipengaruhi oleh musik yang mengubah penampilan mereka selama hidup mereka (Eka Titi Andaryani, 2019).

Kesimpulannya, musik memiliki banyak manfaat bagi kesehatan manusia dan mentalitas yang baik untuk pendengar. Orang yang mendengarkan musik akan memiliki pikiran yang lebih kuat, suasana hati yang lebih tenang, dan kehidupan yang lebih nyaman dan santai, serta membuat hidup mereka lebih percaya diri dengan mengembangkan kebijaksanaan dan pengetahuan mereka. Musik bermanfaat bagi semua orang yang mendengarkannya. Baik itu anak-anak, orang dewasa, orang tua, dan bahkan dalam proses perkembangan janin dan bayi. Musik juga memiliki manfaat yang besar dalam proses belajar dan bekerja, karena dapat membantu meningkatkan kinerja dan kecerdasan seseorang . Orang yang suka dan senang mendengarkan musik merasakan manfaat khusus baik secara fisik maupun mental.





Jenis artikel : Tajuk rencana


 

Comments